• Desember 31, 2021

5 Makanan ‘Nol Kalori’ Yang Sebenarnya Memiliki Kalori

Berikut aturan praktisnya: Jika kamu bisa mengunyahnya, itu bukan nol kalori! Tidak ada makanan ajaib atau “makanan berkalori nol”, dan bahkan kemasan yang mengklaim apa yang ada di dalamnya bebas kalori adalah bohong.

Soalnya, produsen makanan diizinkan untuk mengatakan sesuatu memiliki kalori “0” sampai menembus tanda 5 kalori. Hal seperti semprotan memasak yang hanya memiliki beberapa kalori per semprotan kecil, jadi terdaftar sebagai 0 kalori per porsi, lebih seperti 20 kalori jika kamu menyemprot panci setiap kali digunakan.

Menurunkan berat badan dan mengoptimalkan kesehatan adalah tentang pengetahuan untuk membuat pilihan yang tepat. Jadi, inilah yang disebut makanan nol kalori yang sebenarnya bukan nol kalori.

1. Semprotan Mentega

Semprotan mentega menilai kalau mereka memiliki 0 kalori pada satu semprotannya. Tapi mari hadapi kenyataan, tidak ada orang yang memasakn hanya dengan menggunakan satu semprotan saja. Di dalam satu buah botol, setidaknya terdapat lebih dari 900 kalori.

Produk seperti ini biasanya dibuat dengan bahan-bahan sitetik yang tidak memiliki manfaat untuk kesehatan kita sama sekali, bahkan para peneliti tidak yakin dengan efek jangka panjangnya. Kamu lebih baik gunakan mentega yang sungguhan meski pun memiliki kalori yang lebih banyak.

2. Permen Karet

Mungkin kamu berpikir sedang memanjakan diri tanpa menggendutkan diri dengan menguyah sebuah permen karet tanpa gula. Tapi kebanyakan produk ini memiliki 5 kalori persatuannya. Jika kamu mengungah satu bungkus permen karet setiap minggu, mungkin kamu akan menambah lebih banyak kalori ke dalam tubuh dibandingkan dengan satu tahun.

Permen karet juga bisa membuat kita kembung dengan angin, karena kita mengunyah dan tidak menelan apa-apa.

3. Mie Shirataki

Selama ini banyak yang memilih untuk menggunakan mie shirataki sebagai menu diet, padahal banyak mie shirataki yang memiliki tahu atau perasa di dalamnya, jadi tidak selalu menjadi makanan bebas kalori.

Perlu juga dicatat bahwa orang sering mengeluh bahwa mie ini memiliki rasa seperti bahan kimia, sementara yang lain mengatakan bahwa mie ini tidak memiliki rasa sama sekali. Hasil? Mie rendah kalori ini biasanya tidak memuaskan dan orang cenderung menyiramnya dengan saus untuk menebus rasa hambarnya.

4. Permen Bebas Gula

Produk seperti Permen Bebas Gula mengandung jumlah kalori yang sepele jika kamu mengonsumsi satu potong. Namun, siapa yang hanya mengonsumsi hanya satu dari makanan manis ini dalam sehari?

Kami tahu betapa sulitnya berhenti hanya pada satu permen, meskipun kelihatannya kurang dari 5 kalori per potong adalah jumlah yang tidak signifikan, ketika kamu memakan permen ini dalam jumlah yang banyak, pada dasarnya menjadi setara dengan permen biasa. Dan kalori bertambah. Jika kamu mengonsumsi 10 mint sehari, 7 hari seminggu, itu berarti sekitar 350 kalori ekstra per minggu.

5. Starbucks Da Vinci Sugar-Free Syrups

Apakah kamu mendapati diri pernah meminta beberapa tambahan “pompa” vanilla atau sirup hazelnut bebas gula dalam latte kamu? Sirup “nol kalori” ini dimaniskan dengan sucralose (alias Splenda), yang dapat menambah kalori serius pada minuman saat dikonsumsi dalam jumlah besar.

Plus, seperti yang disebutkan sebelumnya, pemanis buatan menipu otak untuk berpikir bahwa itu mengandung gula. Tetapi ketika tubuh menyadari bahwa lonjakan gula sebenarnya tidak terjadi, maka kamu akhirnya menginginkan lebih banyak gula. Hasilnya? Kamu mungkin akan meraih kue atau mengambil camilan ekstra manis.

Itulah beberapa makanan yang sebenarnya tetap memiliki kalori meski pun mengklaim tidak memiliki kalori.